BMW Belum Rasakan Kerugian Jadi Anggota Gaikindo

Suasana saat peresmian dealer BMW Thamrin di Jakarta, Kamis (25/1/2018). Dealer ini juga menyediakan layanan purna jual termasuk BMW Fast Lane Services yang mencakup perawatan rutin, dan proses pemesanan suku cadang yang terhubung ke BMW Group Indonesia Parts Distribution Center.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia ( Gaikindo) merupakan asosiasi, payung bagi merek mobil penumpang maupun komersial yang berbisnis di dalam negeri. Namun memang, tidak semua pebisnis otomotif roda empat berada di bawahnya.

Jadi jembatan antara pebisnis dan pemerintah, serta ikut berupaya mengembangkan industri otomotif dalam negeri, apakah menjadi anggota Gaikindo ada ruginya, selain dari keuntungan yang akan didapat?

Menanyakan hal tersebut kepada salah satu anggotanya BMW, Vice President of Corporate Communications BMW Group Indonesia Jodie O'tania mengakui, kalau sampai saat ini belum ada ruginya mengikuti keanggotaan Gaikindo.

Baca juga : Kata Merek Jerman Lain Soal Penyerahan Data Jualan ke Gaikindo

Kalau sampai saat ini, yang kami dapatkan ketika menjadi anggota Gaikindo adalah keuntungan, itu yang selalu kami dapat. Jadi kalau berbicara soal kerugian, hingga sekarang tidak ada, ujar Jodie, Kamis (22/2/2018).

Jodie menambahkan, menjadi anggota Gaikindo, BMW bisa mendapat dan berbagi informasi dengan merek-merek lainnya, terutama di segmen premium yang masih akan terus berkembang. Jadi dengan berada di asosiasi, memberikan manfaat besar, tutur Jodie.

Karen Lim, President Director BMW Group Indonesia menyebutkan, mejadi anggota asosisasi, ada banyak topik yang bisa dibicarakan bersama. Lalu sebagai satu kesatuan pemain di industri otomotif, merek-merek mobil akan punya suara lebih keras dibanding kalau bergerak dan berjuang sendiri.

Suara kita bersama-sama akan lebih didengar, ujar Karen.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel